adminweb

Sambutan Direktur

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji Syukur atas kehadirat Illahi Robbi, manajemen Sekolah AMEC berhasil memperbaharui layanan online melalui website ini. Kami berharap layanan informasi dan diskusi secara online dapat dimanfaatkan oleh semua pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik dan para orang tua murid/wali siswa. Demikian juga masyarakat umum dapat mendapat manfaat informasi sekolah AMEC ini, mulai dari Kegiatan Daycare, KB-TK AMEC, SDIT, SMPIT dan SMK AMEC.

Kami berharap media ini dapat menambah informasi dan meningkatkan kerjasama berbagai pihak untuk meningkatkan layanan pendidikan, membangun sinergi dalam mendidik putra putri kesayangan kita semua.

Wasalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam Ta’dhim

Drs.H. Ma’mun Ibnu Ridwan, M.Si

Direktur Sekolah AMEC

Jetbus Muroja’

Sarana baru Sekolah AMEC untuk menambah sarana pendukung program Tahfiz, berupa Jetbus Muroja’ah yang berkapasitas 30 seat. Sarana ini akan mengantar peserta didik sekolah AMEC, mulai TK, SDIT, SMPIT, SMA dan SMK AMEC dalam kegiatan fieldtrip, study tour atau studi banding sesuai dengan program masing-masing kelasnya. Kegiatan belajar mengajar di luar kelas (outing class) ini dilakukan perkelas dan didampingi oleh wali kelasnya masing-masing.

Pada setiap perjalanan pergi dan pulang, Jetbus Muroja’ah disediakan TV datar dan sound sistem untuk kegiatan murojaah (pengulangan hafalan) atau ziyadah Tahfiz (penambahan hafalan) atau syair sholawat.

Moment wisata adalah masa yang sangat bagus untuk Muroja’ah dan Ziyadah Tahfiz, karena suasana hati peserta didik sedang gembira, suka ria dan ceria, sehingga akan mudah diajak memanggil memory hafalannya yang telah tersimpan dalam otak kiri atau otak bawah bawah sadar sekalipun.

Program Muroja’ah dan Ziyadah dipandu oleh tenaga pendidik khusus dari PTIQ Jakarta yang memiliki kompetensi bidang Tahfiz dan metodanya yang menarik selama mendampingi pergi dan pulang wisata anak-anak. Selain di dalam bus, juga membantu amaliah di tempat wisata, seperti mendampingi anak-anak bersosialisasi dan mengerjakan shalat berjamaah di tempat wisata.

Tenaga kependidikan dari PTIQ berkolaborasi dengan Wali Kelas Sekolah AMEC sejak berangkat sampai kembali secara tuntas. Targetnya adalah menguatkan hafalan yang telah dikuasai peserta didik sekaligus menambah hafalan surat-surat selama dalam perjalanan. (mn)

 

Pramuka Siaga SDIT A

Sebagai langkah untuk merealisasikan point-point penting dalam Dasadarma Pramuka Indonesia, seluruh anggota Pramuka Siaga Gudep SDIT AMEC melakukan aksi bersama tanam aneka sayuran, seperti Kangkung, lobak, caisin, bayam, kacang panjang, dan Cabe. Kegiatan ini dilakukan untuk memasuki musim hujan, pada petengahan Januari sampai Februari tahun 2018 ini.

Mereka para anggota Pramuka Siaga dan calon anggota baru, nampak sumringah dan penuh semangat untuk menanam biji-bijian sayuran, diatara mereka sampai ada yang berebut bibit dan lahan yang terdekat.

Kegiatan ini menurut Kak Eti, Pembina yang juga Kepala Sekolah SDIT AMEC, sebagai bagian dari berbagai kegiatan yang terprogram dalam bidang cinta lingkungan dan peduli sesama, bentuk kegiatannya menanam aneka sayuran dan semua yang mereka tanam akan dirawat secara rutin oleh mereka sampai panen raya, diperkirakan tanggal 23 Juli 2018, pas pembukaan Perjusa (Perkemahan Jumat Sabtu). terang buda Eti.

Sementara itu, menurut Direktur Sekolah AMEC, Makmun Ibnu Ridwan, M.Si program menanam aneka sayuran peserta didik Sekolah AMEC, menrupakan program tahunan mengisi musim hujan. AMEC telah menyiapkan lahan seluas 500 meter persegi untuk lahan kebun organik, dan secara berpriodik dilakukan penanaman, perawatan sampai panen raya oleh peserta didik. peran para tenaga kependidikan, cukup memfasilitasi seperti penggemburan lahan.

Berbagai sayuran dan tanaman hortikultura, pernah ditanam di Kebun Organik ini, terang kang Aji Makmun, biasa disapa, semua sayuran yang diketahui dan dimakan anak-anak, seperti kangkung, lobak, caisin, bayam, seledri dan lain-lain. Setiap anak diberikan kesempatan untuk menanam secara langsung, merawatnya sampai panen, bahkan sampai cara menjualnya.

Kegiatan ini, dalam rangka mengenalkan dan menanamkan kepedulian terhadap sumber pangan melatih jiwa kewirausahaan sekaligus memiliki, sense of belonging yang tinggi kalau lingkungan di sekitar kita dapat dimanfaatkan secara seoptimal mungkin untuk kebuthan pangan sehari-hari. Kami tanamkan jiwa mandiri, targetnya muncul kesadaran dan keinginan yang kuat untuk memanfaatkan setiap lahan yang tersedia untuk ditanam dirawat dan dipanen, yang terakhir mereka bisa memasaknya, dalam program coocing class.  (mn)

Inspirasi Khalifah A

Sekolah AMEC (Al-Makmun Education Center)
Menginspirasi Spirit Keragaman Agama, ilmu dan sains masa Khalifah Al-Makmun

Bismillahir rahman nirrakhim.
Puncak masa keemasan ilmu pengetahuan dalam Islam, terjadi pada masa Khalifah Al-Makmun bin Harun Ar-Rasyid (813-833 M), khalifah ketujuh dalam Bani Abbasiyah pada 198-218 H/813-833 M Al-Makmun memiliki political will yang kuat dalam bidang ilmu pengetahuan dan sains, antara lain mengembangkan program Baitul hikmah (Darul Hikmah) yang digagas ayahnya, Lembaga ini dikembangkan menjadi akademi ilmu pengetahuan dan perguruan tinggi, perpustakaan, pusat penelitian, dll.

Khalifah juga Mengutus para Ulama ke Romawi dan Syiria untuk belajar filsafat dan ilmu pengetahuan, lalu semua buku-buku pengetahuan itu diterjemahkan dalam bahasa Arab. Para penerjemah, termasuk penerjemah dari penganut Nasrani diberikan penghargaan yang tinggi atas kemampuannya menterjemahkan ilmu-ilmu umum dari berbagai negara dalam bahasa Arab, seperti ilmu kedokteran, astronomi, matematika, dan filsafat alam secara umum.

Para ulama diperintahkan belajar ke para tokoh non muslim, bahkan melibatkan tokoh non muslim dalam tim pengembangan ilmu pengetahuan dan sains. Pada era ini ilmu dan sain, termasuk seni budaya berkembang pesat di semua kalangan Ulama, pemimpin dan umat Islam. Semangat akan ilmu pengetahuan dan sains di atas, menjadi inspirasi dalam pendidikan di Sekolah AMEC. Salah satu pokok pikirannya adalah, antara lain :

  1. Belajar ilmu pengetahuan dan sains bisa didapat dari siapa saja tanpa batas latar belakang agama, etnis, sukunya, dengan niat untuk menjadikan ilmu yang bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai keislaman atau memberikan nilai pada setiap ilmu pengetahuan dan sains tersebut.
  2. Keragaman Agama adalah sebuah keniscayaan dalam hidup di berbagai belahan dunia, termasuk keragaman agama, etnis, suku, bangsa, bahasa di Indonesia yang sudah bersepakat dengan Pancasila. Sejatinya dijadikan modal untuk mempercepat ilmu pengetahuan dan sains untuk ummat Islam, agar dapat lebih unggul dalam ilmu pengetahuan dan sains, serta memiliki kemampuan yang lebih untuk memimpin bangsa dan negara yang mayoritasnya ummat Islam.
  3. Dalam masyarakat multikultural, terdapat hak-hak anggota kelompok untuk menerima atau menolak budaya tertentu, meski telah menjadi warisan kelompoknya secara turun menurun. Dan hanya budaya yang unggul sajalah yang akan diikuti dan dilestarikan oleh generasi kelompoknya. Oleh karenanya, pendidikan Islam perlu melahirkan budaya yang unggul, innovasi ilmu pengetahuan, kemajuan sains, budaya modern, agar semua nilai-nilai keislaman dapat dinikmati (rahmatan lil alamain), diamalkan dan menjadi warisan bagi generasi penerusnya.
  4. Pendidikan Islam di sekolah AMEC, akan menitikberatkan pada penanaman nilai-nilai aqidah-keimanan yang kuat agar mampu menjadi penyeimbang kemajuan ilmu pengetahuan umum, sains dan perkembangan teknologi modern.
  5. Spirit khalifah Al-Makmun dalam bidang ilmu pengetahuan dan sains yang pernah menjadi masa keemasan islam, dapat hidup kembali pada abad milenial ini dan ajaran Islam dapat mewarnai prilaku anak-anak zaman now.
  6. Sekolah AMEC ingin berkontribusi dalam menyiarkan dan menanamkam nilai-nilai keragaman agama, suku, etnis dan bangsa dalam konsepsi nilai-nilai keislaman, (rahmatan lil alamain) sehingga ummat yang beragam itu dapat hidup berdampingan dengan harmonis di lingkungan masing-masing tanpa merusak prinsip keyakinan masing-masing.
    Wallahu A’lam bi Showab

Depok, Januari 2018
Drs.H. Ma’mun Ibnu Ridwan, M.Si
Direktur Sekolah AMEC

SMPIT AMEC Tanam Hor

Dalam rangka menanmkan jiwa kewirausahaan sekaligus memupuk kepedulian pada lingkungan hidup dan pangan, SMPIT AMEC memiliki program tanam aneka tanaman hortikultura, baik di kebun organik yang ada di lingkungan sekolah, maupun budidaya dalam media pot.

Program kegiatan tersebut, dilakukan setiap memasuki musim hujan, dan pada awal penghujan tahun ini, selama dua hari tanggal 23-24 Januari melakukan penanaman bersama seluruh peserta didik. Kegiatan ini dipandu oleh walikelas masing-masing dan guru mata pelajaran PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup).

“Mereka (peserta didik) riang gembira kalau diajak ke kebun dan menanam aneka sayuran, biarpun terkadang kena kotor tanah merah di seragamnya” jelas Bunda Rita Zubaedah, Walikelas 7 SMPIT AMEC. Sementara itu, guru PLH Murtiwiyanti, menjelaskan kegiatan ini untuk menanamkan jiwa peduli pada lingkungan hidup sekaligus berwirausaha.

Direktur Sekolah AMEC, Ma’mun Ibnu Ridwan, menjelaskan pogram menanam sayuran dan tanaman pangan ini, merupakan program rutin dan diikuti oleh seluruh peserta didik, mulai TK, SDIT, SMPIT dan SMK AMEC.

Sarana berupa kebun organik kita siapkan di lingkungan sekolah AMEC, baik di AMEC 1 untuk peserta didik KB, TK, SDIT dan SMK maupun di  AMEC 2 untuk kegiatan SMK AMEC dalam menanam tanaman obat. (mn)

 

Simulasi UNBK SMK AM

Menjelang Ujian Nasional tahun 2017-2018, seluruh peserta didik SMK AMEC yang terdiri atas Prodi Keperawatan, Farmasi dan Multimedia, mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di ruang laboratorium Komputer SMK AMEC. 17 Desember 2017 yang lalu.

Simulasi ini untuk melatih kemampuan akademik peserta didik secara langsung di depan komputer, sekaligus untuk menguatkan mental menghadapi berbagai soal yang bergerak di layar monitor.

Pillars of Islam

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).

Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature, making it over 2000 years old.

There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.